Surat untuk 4 ^^......



Kalian ngerasin ga,, perasaan yang aku rasain saat ini??

Malu..

Jengkel..

Marah..

Kesal..????

Jujur, sewaktu beliau ngomong hal “itu” lagi sama kita..

Kayak yg di tampar bgt lah..

Klo bahasa iklannya…

Kayak ditusuk2 jarum… hehe

kita kayak yang diremehkan, di anak tirikan & serasa menjadi pihak yang disudutkan…’

ngerasa ga???

Tapi di balik itu semua, ada yang ingin aku sampaikan…

Sebenarnya, satu hal yang kita lupakan dari kejadian kemarin…

Hm… Boleh kita marah, kita kesel, dlll…

Tapi kita juga barus mengucapkan banyak terima kasih pada beliau..

Kenapa???

Coba deh kalian pikir…

Seandainya, kemarin siang beliau gak ngomong seperti “itu”..

Kita ga akan sekompak sekarang, kita juga ga akan pernah sadar klo cara kita selama ini salah…

Bener kata yeye…

dulu waktu kelas xi.. kita tu semangat bgt..

temen2 Yang sekarang suka bolos, dulu tebilang jarang bolos..

Tapi sekarang???

Dulu, g ada guru yang ngeremehin kita

*masa??? hahaha* tapi sekarang???

Yah sudahlah… yang lalu biarkanlah berlalu

Anggap saja semua gak pernah terjadi…

Anggap saja “tamparan” itu sebagai pemicu semangat kita u/ jadi yang terbaik…

Kita tunjukkan klo 4 jauh lebih baik dari 5,3,2,1

Kita harus bangkit..

Tugas kita sekarang, kita tunjukkan pada mereka, kita tunjukkan pada dunia klo kita mampu menjadi yang terdepan…

Aku yakin 4 itu punya potensi besar u/ mewujudkan hal itu….

Semangat terus KEDUBES PAPATONG…….

Ich liebe euch..^^

Oya..Kita harus saling mengingatkan ya…

saling menyemangati, saling mendoakan

klo diajakin solat dhuha, pada mau ath… inget kita teh bentar lg mau UN…berdoa, teman… minta sama yang diatas biar di permudah…

hehe

quotes :

  • Sahabat sejati adalah sahabat yang mampu membawa kita ke arah yang benar
  • Kata2 hanya melahirkan harapan tapi perbuatanlah yang melahirkan kepercayaan… (ngutip)

READ MORE - Surat untuk 4 ^^......

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

IKHWAN DAN AKHWAT SEJATI


Seorang remaja ikhwan bertanya pada ibunya:
Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati…
Sang Ibu tersenyum dan menjawab…

ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang di sekitarnya….

ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakankebenaran…..

ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa …

ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah…

ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan…

ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu…

ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya…

ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan…

ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…….

Setelah itu, ia kembali bertanya…” Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu,Ibu ?”Sang Ibu memberinya buku dan berkata…. “Pelajari tentang dia…” ia pun mengambil buku itu “MUHAMMAD”, judul buku yang tertulis di buku itu…


Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya, “Abi ceritakan padaku tentang Akhwat sejati?”. Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum:

Anakku …

Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya

Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya

Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu

Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan

Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara

Sang ayah diam sejenak sambili melihat ke arah putrinya

“ Lantas apa lagi Abi? ”, sahut putrinya

Ketahuilah putriku …

Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya

Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa sabar dan syukur

Dan ingatlah …

Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat kelincahannya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatannya dalam pergaulan

Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata,”Pelajarilah mereka!” Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan “Istri Rosulullah”

“Wanita Itu Perhiasan Dunia..Seindah Perhiasan Dunia Adalah Wanita Solehah”

Mutiara Hati:

Tidak semua yang kita mahu boleh didapat. Jika Allah tidak memberi sekarang, ia akan ditunda atau diganti yang lebih baik.=)
–Dari meditcom.id.or–
READ MORE - IKHWAN DAN AKHWAT SEJATI

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments